Perekonomian Global Lemahkan Rupiah, Gubernur BI: Indonesia Masih Kuat

JawaPos.com – Dalam sepekan terakhir nilai tukar Rupiah masih tak berdaya terhadap keperkasaan Dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang kebanggaan Bangsa Indonesia itu harus anjlok hingga ke Rp 15.200-an per USD.

Namun, hari ini Rupiah sedikit memberi ‘perlawanan’ terhadap keperkasaan Dolar. Kurs tengah BI mencatat Rupiah berada di level Rp 15.215 per USD, menguat dari hari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 15.233 per USD.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, perekonomian dalam negeri saat ini masih sangat kuat. Bahkan, tekanan ekonomi global tidak menyurutkan pertumbuhan ekonomi yang hingga kuartal II-2018 tumbuh 5,27 persen.

“Perekonomian kita terus tumbuh dengan sumber pertumbuhan yang luas,” ujarnya di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10).

Perry juga menegaskan jika pihaknya dan pemerintah terus melakukan bauran kebijakan dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan fundamental perekonomian.

“Pemerintah dan BI telah mengambil langkah serius untuk meminimalkan defisit neraca berjalan,” tuturnya.

Sementara itu, President and CEO Federal Reserve of New York, John Williams mengungkapkan, keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga lantaran mempertimbangkan gejolak yang lebih besar jika tidak menaikkan suku bunga acuan. 

“Coba untuk meminimalkan gejolak yang tidak diinginkan, terutama di emerging market,” tandasnya.

(hap/JPC)