Sharp Indonesia rilis “smart tv” dengan fitur Azan

Jakarta (ANTARA News) – Setelah berhasil memikat hati konsumen dengan mesin cuci hijab dan kulkas halal, PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menyematkan fitur Azan pada “smart tv” atau televisi pintar yang dipasarkan di negeri ini.

Penduduk Indonesia yang sebagian besar atau 85 persen beragama Islam menjadi alasan perusahaan elektronik asal Jepang itu menggenjot produksi dan pemasaran televisi LED guna mendulang penjualan di tengah pasar yang lesu.

“Saya yakin produk ini (Azan TV) cepat diterima pasar, seperti produk Sharp sebelumnya,” kata CEO PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) Tadashi Ohyama di Jakarta, Rabu.

Menurut Senior GM Penjualan Domestik SEID, Andry Adi Utomo, pihaknya melihat ada kebutuhan pengingat dan panggilan sholat untuk umat Islam di dalam rumah, ketika anggota keluarga sedang menonton tv.

“Kami perhatikan bahwa stasiun televisi nasional pada umumnya hanya menayangkan Azan di jam-jam tertentu saja, seperti Subuh dan Maghrib,” katanya.

Oleh karena itu, untuk mengingatkan waktu sholat, terutama di luar Magrib dan Subuh, disematkan fitur Azan yang bisa dihidupkan fiturnya sesuai kebutuhan. “Ini bisa menjadi pelengkap bahkan solusi untuk memperkenalkan ibadah pada anak sejak dini,” ujar Andry.

Untuk Azan TV tersebut, Sharp Indonesia menggandeng seorang Hafiz Quran populer
Muzammil Hasballah untuk melantunkan suara Azan sehingga terdengar sangat merdu.

Konsumen hanya perlu memilih lokasi sesuai keberadaan televisi dan jadwal Azan untuk lima waktu sholat akan otomatis muncul, tanpa bergantung pada koneksi internet, sehingga bisa dimanfaatkan fiturnya di area manapun.

Pada menu pengaturan (setting) konsumen bisa memodifikasi suara Azan dan notifikasi imbauan pesan sholat sesuai keinginan.

Sama dengan televisi pintar lainnya, Azan TV dilengkapi teknologi Easy Smart yang terdiri dari YouTube dan browser hingga screen mirroring yang memungkinkan konsumen untuk memindahkan tampilan ponsel langsung ke layar televisi tanpa internet.

Ada juga konektivitas Bluetooth yang mampu menunjang pengalaman menonton konsumen, seperti memudahkan konsumen dalam menikmati koleksi musik dari ponsel lewat speaker TV dengan suara yang lebih besar.

Sementara Bluetooth Out-nya mampu menyalurkan suara televisi ke perangkat audio wireless konsumen, seperti headphone ataupun home theater.

“Saat ini ada tujuh model televisi yang telah dibenamkan fitur suara Azan. Yang pertama kami lepas ke pasaran adalah Full HD 45 inch dan 50 inch. Selanjutnya akhir Desember 2018 baru akan kami luncurkan untuk Full HD 40 inch,” kata Andry.

Televisi itu dibandrol dengan harga antara Rp 4,9 juta hingga Rp 7,8 juta.

Televisi Full HD dan Ultra-HD itu juga bisa menjadi pemanis ruang keluarga dengan memilih foto dan mengaktifkan fitur standby clock display, sehingga seakan ada bingkai foto di rumah.

Rencananya Azan TV yang diproduksi di Indonesia itu juga akan diekspor ke Malaysia. “Sementara ini dipasarkan di Indonesia dulu,” kata Ohyama. (*)

Pewarta: Risbiani Fardaniah
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018