Pembiayaan Proyek Infrastruktur Diperkirakan Capai Rp 210 T

JawaPos.com – PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) terus berupaya memberikan penjaminan pembiayaan untuk pengerjaan proyek infrastruktur. Untuk akhir 2018 diperkirakan total penjaminan yang dikeluarkan BUMN tersebut mencapai Rp 210 triliun.

Direktur Utama (Dirut) PT PII Armand Hermawan mengatakan saat ini pihaknya telah memberikan penjaminan atas 16 proyek infrastruktur dengan skema Kerja Sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) senilai Rp 176 triliun. Selanjutnya akan ada dua proyek yang segera diberikan penjaminan yakni Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semarang Barat dan Kereta Api Makassar-Parepare.

Adapun 16 proyek yang telah diberikan penjaminan yakni 1 proyek PLTU Batang, 10 proyek jalan tol. Proyek itu meliputi ruas tol Batang-Semarang; Balikpapan-Samarinda; Pandaan-Malang dan Manado-Bitung; Jakarta-Cikampek II Elevated; Krian-Legundi-Bunder-Manyar; Cileunyi-Sumedang-Dawuan; Serang-Panimbang, Probolinggo-Banyuwangi, dan Jakarta-Cikampek II (Sisi Selatan).

Selain itu ada 2 proyek SPAM Umbulan dan SPAM Bandar Lampung. 3 proyek telekomunikasi (seluruh paket Proyek Palapa Ring yaitu Barat, Tengah dan Timur). “Di luar proyek penjaminan murni, tahun ini PII juga menargetkan penyelesaian perjanjian penjaminan untuk tiga proyek infrastrutkur yang mendapat fasilitas penyiapan proyek,” ungkap Armand dalam keterangan persnya, Selasa (16/10).

Ketiga proyek itu meliputi preservasi Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatra di Sumatra Selatan dan Riau, Kereta Api Makassar-Pare Pare, dan Rumah Sakit Dharmais.

Preservasi Jalan Lintas Timur Sumatra telah memasuki tahap prakualifikasi untuk ruas Sumsel dan tahap FBC untuk ruas Riau. Di proyek senilai Rp 2,2 triliun itu sebanyak 16 badan usaha telah menyampaikan minat mengikuti lelang. “Di proyek KA Makassar – Pare Pare tahapan telah sampai pada pengumuman hasil prakualifikasi,” sambunya.

Berdasar kajian IIGF Institute dan Universitas Indonesia tentang Analisis Dampak Ekonomi dari Penjaminan Infrastruktur di Indonesia, terdapat tiga jenis dampak terhadap perekonomian yang ditimbulkan oleh keberadaan suatu proyek.

Pertama, penciptaan nilai tambah. Kedua, penciptaan pendapatan tenaga kerja. Dan ketiga, lapangan kerja tercipta dari kehadiran proyek infrastruktur. Dampak proyek jalan tol Pandaan – Malang merupakan proyek infrastruktur jalan tol adalah salah satu jenis proyek infrastruktur yang memiliki fokus pada mendorong aktivitas ekonomi.

(iil/jpg/JPC)