BNI Cetak Laba Bersih Rp 11,4 Triliun per September 2018

JawaPos.com- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp 11,44 triliun per September 2018, tumbuh 12,6% dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 10,16 triliun.

“Pertumbuhan laba bersih didorong pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) BNI disertai perbaikan kualitas aset. Kinerja dibukukan di tengah pengetatan likuiditas menyusul ketidakpastian makro ekonomi global,” ujar Wakil Presdir Bank BNI Anggoro Eko Cahyo dalam paparan publik di Jakarta, Kamis (18/10).

Sepanjang sembilan bulan pertama 2018, BNI mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 14,2% (YoY), dimana komposisi DPK didominasi oleh dana murah (CASA) yang mencapai 61,9% atau meningkat dibandingkan CASA pada periode yang sama tahun 2017, yaitu 60,4%.

Pertumbuhan laba bersih BNI ini, katanya, ditopang oleh NII yang meningkat dari Rp 23,51 triliun pada Kuartal III Tahun 2017, menjadi Rp 26,01 triliun pada Kuartal III Tahun 2018.

“Pertumbuhan NII merupakan hasil dari penyaluran kredit BNI yang tetap terkelola dengan prudent dan optimal,” katanya.

Pada Kuartal III Tahun 2018, BNI mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar Rp 65,64 triliun atau meningkat 15,6% (YoY) dari posisi Rp 421,41 triliun pada Kuartal III Tahun 2017 menjadi Rp 487,04 triliun pada Kuartal III Tahun 2018.

Pertumbuhan tersebut dikontribusi oleh kredit pada Bisnis Korporasi yang meningkat 18,5% (YoY), terutama kontribusi dari industri Manufaktur, Perdagangan, Restoran & Hotel, serta Konstruksi.

Untuk mendukung ekspansi kredit, hingga kuartal III Tahun 2018, BNI mampu mendorong pertumbuhan DPK sebesar 14,2%(YoY), yaitu dari Rp 480,53 triliun pada Kuartal III Tahun 2017 menjadi Rp 548,59 triliun pada Kuartal III Tahun 2018.

Dalam upaya menghimpun dana murah, BNI terus meningkatkan hubungan baik dengan nasabah institusi atau kelembagaan, baik swasta, BUMN, maupun pemerintahan, serta mengembangkan layanan digital banking sebagai platform perbankan transaksional.

Keberhasilan ini dibuktikan dengan penambahan jumlah rekening yang mencapai 11,1 juta, yakni dari 30,8 juta rekening pada Kuartal III Tahun 2017 menjadi 41,4 juta rekening pada Kuartal III Tahun 2018.
“Selain itu, tercatat peningkatan jumlah agen branchlessbanking dari 62.961 agen menjadi 108.717 agen,” imbuh Anggoro.

(ask/JPC)