Penyelenggara akui dolar berpengaruh pada Indocomtech 2018

Jakarta (ANTARA News) – Penyelenggara pameran teknologi Indocomtech 2018, APKOMINDO dan Traya Eksibisi Internasional, mengakui bahwa pelemahan rupiah terhadap dolar AS berpengaruh pada penyelenggaraan pameran yang digelar setahun sekali itu.

“Situasi secara tampilan tahun ini Indocomtech lebih mengecil, ada satu bagian yang diatur ulang karena disesuaikan dengan situasi industri,” ujar President Director Traya Eksibisi Internasional, Bambang Setiawan, dalam konferensi pers Indocomtech 2018 di JCC Senayan, Rabu.

“Tahun ini kita menyadari tahun sulit. Kita berharap tahun depan industri lebih tumbuh lagi sehingga pameran seperti ini dapat tumbuh,” sambung dia.

Hal senada disampaikan oleh Ketua APKOMINDO Jakarta, Rudi Muliadi. Dia melihat pelemahan rupiah berefek pada industri. Namun, menurut dia, hal ini dapat dijadikan faktor pendorong bagi industri lokal untuk terus tumbuh.

Salah satu upaya APKOMINDO untuk mendorong industri adalah menghadirkan area pameran business to business yang digunakan perusahaan teknologi dari luar negeri untuk bertemu dengan perusahaan tanah Air.

“Untuk B to B, ada delegasi China dan Taiwan mereka menawarkan produk tapi tidak jualan retail. Ini kami sambungkan dengan komunitas. Ada business matching yang kemudian bisa dikembangkan dalam bisnis,” ujar Rudi.

Selain B to B, Indocomtech tahun ini juga fokus pada edukasi dengan mengundang 20 SMK dengan jurusan TI di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat untuk melakukan kunjungan industri.

“Ada workshop yang kita siapkan. Dari 20 sekolah kurang lebih 1.000 siswa yang datang secara gratis. Di sini ada SMK Corner, diwakili empat sekolah, bahkan salah satunya SD yang ternyata sudah belajar aplikasi,” kata Rudi.

Meski mengakui dolar berpengaruh pada penyelenggaraan pameran, baik APKOMINDO dan Traya tetap menargetkan jumlah pengunjung yang sama seperti tahun lalu.

“Tahun lalu sekitar 180.000 pengunjung, tahun ini sebenarnya target kita tidak beda jauh untuk pengunjung,” ujar Bambang.

Hal ini menurut dia didukung oleh infrastruktur di sekitar lokasi pameran, tepatnya di JCC Senayan, yang semakin baik, ditambah dengan pameran Indonesia Motocycle Show (IMOS) 2018 yang berada tepat disebelah Indocomtech 2018.

“Pameran sebelah mendukung satu sama lain. Kelasnya sama, motor dan IT marketnya sama,” ujar Bambang.

Indocomtech 2018 diikuti oleh 250 eksibitor dari bidang telekomunikasi, komputer, software, games, smartphone, produk elektronik, serta aksesoris yang ada di Indonesia.

Digelar mulai pada 31 Oktober hingga 4 November 2018, pameran ini menetapkan harga tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang untuk hari Rabu dan Kamis, sedangkan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu, pengunjung dapat membeli tiket masuk seharga Rp30.000 per orang.

Baca juga: Indocomtech 2018 resmi dibuka

Baca juga: Hari ini, IMOS hingga Indocomtech

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018